Kesan Pertama tentang SDL Trados Studio 2015

Para profesional di industri penerjemahan dan pelokalan (translation and localization), apalagi bagi yang sudah berpengalaman dan memiliki pangsa pasar luar negeri, bisa dipastikan sudah terbiasa menggunakan SDL Trados Studio. Ini memang salah satu CAT Tools yang paling banyak digunakan oleh agensi dan penerjemah lepas. Pada 2015 lalu, SDL kembali merilis versi terkini dari produk kebanggaannya tersebut. Kalau saya tidak salah ingat, SDL Trados Studio 2015 resmi dirilis pada tanggal 1 Juli 2015. Lalu kenapa saya baru menulis kesan-kesannya sekarang? Yaa karena baru sempat saja. 😀

Saya sendiri memang tidak langsung membelinya pada saat dirilis. Bahkan sebenarnya ada kesempatan untuk membeli sebelum produk itu dirilis. Tapi saya merasa perlu untuk bersikap menunggu dan melihat-lihat. Akhirnya saya baru menggunakannya pada Oktober 2015.

Saya menggunakan produk SDL Trados sejak versi 2007, lalu 2009 pakai sebentar, tapi yang paling lama adalah SDL Trados Studio 2011. Terkadang ada juga klien atau rekan sejawat senior yang meminta saya membantu pekerjaannya dan harus menggunakan SDLX. Sesekali ada juga agensi yang minta proyeknya dikerjakan dengan Idiom World Server, WordFast, MemoQ. Tapi di antara semuanya, saya paling sering menggunakan SDL Trados Studio 2011.

Hal yang paling saya nikmati dari SDL Trados Studio 2015 adalah hilangnya ketergantungan pada Java untuk pengelolaan terminologi. Ya, sebenarnya ini sudah dimulai sejak SDL Trados Studio 2014 SP2. Tapi saya tidak punya versi itu, jadi baru merasakannya di versi 2015 ini. Ketergantungan Trados pada Java dulu terasa sangat menyebalkan bagi banyak pengguna, khususnya yang belum tau trik untuk mengatasi sendiri masalah yang kerap timbul setiap kali pembaruan Java mengakibatkan kekacauan penggunaan fitur terminologi pada Trados. Setiap kali ada pembaruan Java, forum-forum pasti langsung ramai dengan pertanyaan dan keluhan.

Hal lain yang juga menarik dan sangat bermanfaat adalah kemampuan untuk membuka banyak berkas (file) secara sekaligus. Jika misalnya kita menerima 10 berkas untuk dikerjakan di Trados Studio, maka biasanya kita membuka satu berkas, mengerjakannya hingga selesai, lalu tutup berkas. Dengan SDL Trados Studio 2015, sepuluh berkas itu bisa dibuka sekaligus dalam satu panel editor. Ini sangat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja yang berujung pada peningkatan produktivitas kerja. Apalagi jika sepuluh berkas itu memiliki banyak repetisi lintas-berkas (cross-file repetitions), tanpa terasa tahu-tahu angka persentase penuntasan kerja sudah mendekati angka 100%.

Kesan-kesan lain yang lebih mendalam akan saya ulas di tulisan lain.

Leave a Reply